Perbandingan Yang Adil

 

Pict by Pexels and edited by anneninuneno

Terkadang jika melihat pencapaian orang lain bawaannya jadi overthinking. Berbagai macam pertanyaan seketika berkumpul di benak "mengapa kok diri ini masih begini-begini aja? kok diri ini tidak produktif? kok diri ini tidak kunjung glow up? kok diri ini tidak bisa seperti mereka? kok ini itu yang ujungnya membandingkan diri sendiri dan orang lain sehingga bikin insecure.

Semakin beranjak dewasa perkara "membandingkan" ini seperti menjadi case tersendiri yang bikin saya semakin insecure dan overthinking. Membuat saya ingin selalu ikut berkompetisi dan menjadi yang terbaik dalam kompetisi yang pada realitanya tidak ada. Membuat saya lelah, tertekan dan stress.

Sampai akhirnya saya menyadari bahwa akan selalu ada seseorang di luar sana yang lebih hebat, lebih pintar, lebih kaya, lebih cantik, lebih baik, lebih menyenangkan, lebih berpengalaman, lebih percaya diri, lebih bergaya, lebih dan lebih baik dalam apa pun. 

Saya atau bahkan seluruh manusia di muka bumi ini tidak akan bisa menjadi yang terbaik dalam hal apapun dalam kehidupan ini. Dan itu adalah sebuah keniscayaan sebagai manifestasi keadilan Tuhan. Akan selalu ada ketidaksempurnaan yang tampak sempurna. 

Dari sana saya menemukan formulasi perbandingan yang paling adil, yakni membandingkan diri saya hari ini dengan hari kemarin bukan dengan orang lain.

 



0 Comments